PUBLIKA TANJUNG SELOR – Sebanyak 103 siswa SMP Negeri 1 Tanjung Selor mendapat edukasi tentang bahaya kekerasan digital, bullying hingga radikalisme melalui Forum Group Discussion (FGD) Generasi Cerdas Digital, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut digelar Polresta Bulungan bersama Densus 88 Antiteror Wilayah Bulungan. FGD diikuti lima personel Sat Binmas Polresta Bulungan, dua personel Sat Intelkam, dua personel Densus 88 AT Wilayah Bulungan serta 103 siswa SMPN 1 Tanjung Selor.
Kegiatan ini mengangkat tema “Intoleran, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme (IRET)”.
Wakasat Binmas Polresta Bulungan IPTU Lince mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai ancaman yang dapat memengaruhi perilaku anak-anak di lingkungan sekolah.
Dalam FGD, para siswa diberikan pemahaman mengenai sejumlah persoalan yang berkembang di lingkungan digital maupun kehidupan sehari-hari.
Di antaranya bahaya kekerasan visual seperti konten gore, bullying di lingkungan sekolah, intoleransi, radikalisme, terorisme, ekstremisme hingga True Crime Community (TCC).
Siswa Diingatkan Bahaya True Crime Community
Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keberadaan True Crime Community (TCC) yang kini tidak hanya berkembang dalam lingkup nasional, tetapi juga telah tersebar secara internasional.
Para siswa diberikan pemahaman agar tidak sembarangan bergabung dalam kelompok atau komunitas yang menyajikan konten kejahatan dan kekerasan.
Konten maupun aktivitas di dalamnya dinilai berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku anak apabila dikonsumsi tanpa pemahaman yang tepat.
Selain itu, FGD juga menjadi sarana untuk mencegah terjadinya perundungan maupun pengasingan antarsiswa di lingkungan sekolah.
Polisi mengingatkan bahwa bullying dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan hubungan sosial anak.
Kenali Faktor yang Mendorong Anak Bergabung
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas sejumlah faktor yang dapat mendorong seseorang, khususnya anak dan remaja, mencari komunitas atau lingkungan pertemanan yang berisiko. Salah satunya adalah faktor keluarga. Pola asuh yang terlalu keras, kekerasan serta minimnya perhatian dan kepedulian terhadap anak dapat memengaruhi perilaku mereka.

Kemudian faktor ekonomi, ketika kebutuhan maupun keinginan anak tidak terpenuhi, baik kebutuhan sekolah maupun kebutuhan sehari-hari.
Faktor lainnya adalah lingkungan. Perundungan, pengasingan oleh teman serta ajakan untuk mencari pertemanan yang lebih luas dapat membuat anak rentan mencari kelompok baru tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Melalui FGD Generasi Cerdas Digital, Polresta Bulungan bersama Densus 88 berharap para siswa mampu lebih bijak dalam menggunakan media digital, memilih lingkungan pertemanan serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan bullying maupun konten yang mengarah pada kekerasan dan ekstremisme.
Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengenali dan menjauhi berbagai pengaruh negatif di dunia digital maupun lingkungan pergaulan.
Reporter: Made Wahyu R





