PUBLIKA TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan telah melaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dalam rangka penyusunan Standar Pelayanan (SP) Rekomendasi Laik Higiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP).
Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan saja, pembahasannya juga terkait masalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang isunya tengah ramai berkembang di masyarakat.
Kepala Dinkes Bulungan, drg. Imam Sujono mengatakan ditengah maraknya permasalahan pada program MBG itu. Pihaknya tidak menginginkan adanya persoalan yang terus berlarut-larut. Untuk itu Dinkes Bulungan akan memberikan pendampingan.
“Dinas Kesehatan akan memberikan pendampingan, kemarin dengan 2 orang dugaan keracunan sudah kita ambil sampel begitu juga dari BPOM. Untuk itu masih kami tunggu hasilnya,” tuturnya.
Dirinya meminta masyarakat untuk bersabar, pihaknya pun tidak ingin berandai-andai dan masih menunggu hasil dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Katanya, estimasi hasil akan keluar pekan depan.
“Apapun keluarannya dari BPOM nanti, kami akan mengambil hikmah dari dugaan 2 orang ini yang diduga keracunan,” terangnya.
Imam menyebutkan, pendampingan yang akan dilakukan dalam program pusat itu, Dinkes Bulungan bersama BPOM Tarakan dan Biddokkes Polda Kaltara bertugas sebagai Food Security atau ketahanan pangan.
“Kami menjaga makanan yang disajikan itu aman. Tugas kita mengawal dari sediaan makanan bahan bakunya, pengolahan makanannya, lingkungan tempat masak, orangnya yang harus terlatih,” ucapnya.
Semenjak MBG berjalan, kata Imam, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) koordinasi dengan Dinkes Bulungan masih lemah. Terlebih Dinkes Bulungan, BPOM dan Biddokkes tidak masuk dalam struktur.
“Tapi kami punya tugas, apapun yang terjadi kami tetap menjalankan tugas itu. Jadi, tanpa diminta pun ini akan kami laksanakan,” ujarnya.
Dia menambahkan jika pengawasan dari tenaga kesehatan akan terus dilakukan secara kontinyu. Secara periodek akan melaksanakan pengecekan. Jika nantinya ditemukan hal-hal yang tidak sesuai pada dapur MBG ini akan diberikan surat peringatan (SP).
“Bisa kita SP, seperti untuk SMAN 1 itukan dapurnya ditutup sementara,” pungkasnya.





