ANAMBAS – Ada perpisahan yang hanya meninggalkan jabatan. Namun ada pula perpisahan yang meninggalkan jejak di hati.
Bagi AKBP Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., Kepulauan Anambas bukan sekadar tempat bertugas.
Di tanah kepulauan itu, ada cerita pengabdian, kebersamaan, perjuangan, hingga kenangan yang tidak mudah dilupakan.
Amanah baru membawanya pulang ke tanah kelahirannya, Bali. Ia dipercaya melanjutkan pengabdian sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Bali.
Sebelum meninggalkan Anambas, Gusti menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kepulauan Anambas. Terima kasih atas doa, dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama menjalankan tugas,” ujar Gusti.
Namun di baliknya tersimpan cerita panjang tentang seorang perwira polisi yang pernah menghabiskan waktu untuk mengabdi jauh dari tanah kelahirannya.
Bagi Gusti, Anambas telah memberikan banyak pelajaran Tentang bagaimana melayani masyarakat di tengah kondisi geografis kepulauan. Tentang bagaimana membangun keamanan bukan hanya dengan kekuatan personel, tetapi juga melalui komunikasi, kepedulian dan kebersamaan.
Berbagai kegiatan sosial, penguatan keamanan serta sinergi bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat terus dilakukan.
Ia pun sadar, tidak ada satu pun pengabdian yang dapat dilakukan seorang diri ada masyarakat yang memberikan dukungan, Ada rekan-rekan yang berjalan bersama dan Ada doa yang menjadi penguat ketika tugas terasa berat.
Sebelum Anambas, Namanya Pernah Melekat di Bulungan Jauh sebelum bertugas di Kepulauan Anambas, jejak pengabdian Gusti telah lebih dulu terukir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Namanya pernah menjadi bagian dari perjalanan kepolisian di daerah tersebut.
Gusti pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan penting, mulai dari Kasat Reskrim Polres Bulungan, Kabag Ops Polres Bulungan hingga Wakapolres Bulungan, Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut di tingkat Polda.
Ia mendapat amanah sebagai Korspripim Polda Kaltara, Dari Bulungan hingga Polda Kaltara, berbagai pengalaman menjadi bekal dalam perjalanan panjang pengabdiannya.
Kemudian tugas membawanya ke Kepulauan Anambas Dan kini, perjalanan itu kembali berputar. Ia pulang ke Bali untuk mengemban amanah baru sebagai Wadirkrimum Polda Bali.
Jabatan boleh berganti tempat tugas boleh berpindah. Namun cerita pengabdian dari setiap tempat yang pernah disinggahinya akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Di tengah ucapan terima kasih, ada satu hal lain yang disampaikan Gusti sebelum meninggalkan Anambas.
“Sebagai manusia tentu saya tidak luput dari kekurangan. Saya mohon maaf apabila selama bertugas ada kesalahan, kekhilafan, atau hal-hal yang kurang berkenan di hati masyarakat,” katanya.
Begitu pula seorang polisi dalam menjalankan tugas. Ada keputusan yang mungkin tidak selalu menyenangkan semua orang. Ada pelayanan yang mungkin belum sempurna. Ada perkataan atau tindakan yang mungkin tanpa sengaja meninggalkan kesan kurang baik.
Meminta maaf kepada masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tugasnya.
Bagi Gusti, menjadi polisi bukan sekadar mengenakan seragam atau memegang kewenangan, Seorang polisi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Kepercayaan lahir dari kehadiran, pelayanan dan kepedulian yang benar-benar dirasakan.
Pesan itu pula yang ia titipkan kepada seluruh personel Polres Kepulauan Anambas, Ia berharap pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Gusti juga menitipkan pesan kepada masyarakat Anambas agar tetap menjaga persatuan, kerukunan dan keamanan daerah.
“Jaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan. Mari kita bersama-sama menjaga Anambas agar tetap aman, damai, dan nyaman,” ujarnya.
Sebab keamanan bukan hanya tugas polisi Keamanan adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Kini, Gusti telah melangkah menuju tugas barunya di Bali.Namun kepindahan itu tidak serta-merta menghapus cerita yang pernah terukir.
Bulungan pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya, Polda Kaltara pernah menjadi tempatnya menjalankan amanah.
Anambas pun menjadi salah satu halaman penting dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang polisi.Ketika seorang perwira pergi meninggalkan tempat tugas, yang ikut pergi hanyalah dirinya.
Wajah-wajah masyarakat yang pernah ditemui Rekan-rekan yang pernah berjuang bersama. Kisah suka dan duka selama bertugas Semuanya akan menjadi bagian dari cerita yang tidak mungkin dihapus oleh mutasi jabatan.
Sebab jabatan hanya sementara. Tempat tugas bisa berganti. Tetapi jejak pengabdian dan kebaikan yang pernah dirasakan masyarakat, akan selalu punya tempat untuk dikenang.
Kini Gusti Alumni Akpol 2005 mengemban amanah baru sebagai Wadirkrimum Polda Bali Pergi membawa tugas Meninggalkan kenangan Dan membawa serta doa dari orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.
Penulis: Bli





