TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait munculnya kasus penyakit menular di komunitas warga Punan di kawasan Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono, mengatakan laporan pertama diterima pada 4 Juni 2026 setelah adanya warga yang mengalami batuk dan demam serta dilaporkan meninggal dunia.
“Mendapat laporan tersebut, kami langsung menurunkan Tim Gerak Cepat ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang berada di lokasi,” ujarnya.
Pada 5 Juni 2026, Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Bulungan bersama Puskesmas Bumi Rahayu, didampingi aparat desa dan pihak Comdev PT PKN, melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di kawasan komunitas Punan Logpond Desa Apung.
Dari hasil skrining dan pemeriksaan kesehatan terhadap 25 warga yang hadir, sebanyak 13 orang dilakukan pengambilan sampel dahak untuk pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas Bumi Rahayu. Selain itu, enam warga dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dr. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor dengan dugaan tiga kasus Tuberkulosis (TB) dan tiga kasus suspek campak.
Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Dinas Kesehatan Bulungan menetapkan telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Suspek Campak di kawasan Logpond Desa Apung.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan menginstruksikan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menemukan kasus baru dan segera memberikan pengobatan, melakukan pelaporan secara rutin dan berjenjang, serta melaksanakan sosialisasi mengenai penyakit TB dan campak kepada masyarakat.
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui vaksinasi campak bagi anak-anak usia di bawah 16 tahun di Desa Apung, termasuk komunitas warga Punan yang berada di kawasan Logpond.
Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, pada 10 Juni 2026 Puskesmas Bumi Rahayu menggelar rapat mini lokakarya lintas sektor di Balai Pertemuan Umum Desa Bumi Rahayu guna membahas langkah penanggulangan masalah kesehatan di wilayah tersebut.
Selanjutnya pada 12 Juni 2026 digelar rapat koordinasi di Kantor Desa Apung yang dihadiri Dinas Kesehatan Bulungan, Camat Tanjung Selor, unsur TNI-Polri, Puskesmas Bumi Rahayu, Comdev PT PKN, aparat desa, serta tokoh masyarakat, adat, pemuda dan agama.
Rapat tersebut menghasilkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan skrining, pengobatan, dan penanganan kasus TB maupun campak di wilayah tersebut.
Berkat pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat, hingga 15 Juni 2026 sebanyak 14 warga berhasil dirujuk ke RSDSS Tanjung Selor untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, meskipun sebelumnya sebagian besar warga menolak untuk dirujuk.

“Dari 14 orang yang dirujuk, sebanyak 11 orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik, dua orang masih menjalani perawatan, dan satu orang meninggal dunia saat menjalani perawatan,” jelas drg. Imam Sujono.
Saat ini tim kesehatan masih terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga Punan agar bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Petugas juga terus melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi aktivitas warga karena sebagian masyarakat tidak berada di lokasi saat kunjungan lapangan dilakukan.
Dinas Kesehatan Bulungan memastikan upaya penanggulangan kasus penyakit menular di Logpond Desa Apung akan terus dilakukan hingga seluruh warga yang berisiko dapat terjangkau pelayanan kesehatan dan kondisi KLB dapat segera dikendalikan.
Versi ini sudah menempatkan fokus pada respons cepat Dinkes Bulungan, penetapan KLB suspek campak, serta perkembangan penanganan pasien hingga 15 Juni 2026 ujar Imam Kepada Media Publika. (MD)





