TANJUNG SELOR-Kasus kematian AKG, seorang remaja berusia 15 tahun yang ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh terbakar di dalam kamarnya pada tanggal 15 April 2025, hingga saat ini masih menyisakan banyak tanda tanya. Peristiwa tragis yang terjadi di Jalan Perjuangan, Sabanar Baru ini sempat membuat geger masyarakat luas. Kejadian yang tidak biasa ini terus menjadi perhatian baik masyarakat sekitar maupun netizen di jagad maya.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Haji Rio Adi Pratama, memberikan konfirmasi terbaru Keoada Media terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut. Ia menyampaikan bahwa meskipun koordinasi intensif dengan hakim dan kejaksaan telah dilakukan, namun saksi dan bukti yang berhasil dikumpulkan masih tergolong tipis.
“Kami masih terus mendalami kasus ini. Dua minggu lalu, kami telah memanggil ibu kandung korban serta bapak sambungnya untuk dimintai keterangan. Namun, sampai saat ini, pihak penyidik belum memperoleh titik terang atau bukti kuat yang dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban,” ujar AKP Haji Rio.
Penanganan kasus yang melibatkan kematian dengan kondisi korban yang terbakar ini menuntut ketelitian dan kehati-hatian dari pihak kepolisian dan penyidik. Keterbatasan saksi yang mengetahui kejadian tersebut dan minimnya bukti forensik memperlambat proses pengungkapan.
Selain itu, kasus ini juga menjadi tantangan tersendiri mengingat korban adalah anak di bawah umur, yang secara psikologis memerlukan pendekatan khusus dalam pemeriksaan keluarga dan lingkungan sekitar.
Masyarakat setempat maupun warganet cukup penasaran mengenai penyebab kematian AKG. Banyak yang berharap kasus ini dapat segera terungkap secara transparan dan jelas agar keadilan dapat ditegakkan, serta tidak ada pihak yang dirugikan tanpa alasan yang kuat.
Pihak kepolisian pun berjanji akan berusaha maksimal menggali fakta-fakta serta bukti yang relevan agar misteri di balik kematian AKG dapat terungkap.
AKP Haji Rio Adi Pratama juga menyampaikan bahwa penyidik akan terus melakukan pengumpulan bukti tambahan, pendalaman terhadap keterangan saksi-saksi lain, serta kemungkinan pemeriksaan ulang pada beberapa pihak yang terkait. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu, namun pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik.
“Kasus ini akan kami usut secara tuntas dengan prosedur hukum yang berlaku. Kami juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar seluruh rangkaian penyidikan bisa berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang memuaskan,” tambahnya.
Kasus kematian AKG yang penuh misteri tetap menjadi fokus utama Polresta Bulungan. Meskipun penyidikan hingga kini berjalan lambat karena keterbatasan bukti dan saksi, upaya serius terus dilakukan untuk menyingkap fakta sebenarnya. Harapan semua pihak adalah kebenaran akan terungkap sehingga keadilan bisa ditegakkan dan menjadi pelajaran berharga untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak di masyarakat.(***)





