Inspeksi Senyap Senpi Polri Di Nunukan 297 Pucuk Diperiksa, Temuan Kerusakan Tak Bisa Diabaikan

Rabu, 22 April 2026

Nunukan – Di balik ketatnya pengamanan Mapolres, sebuah pemeriksaan krusial digelar tanpa banyak sorotan. Selasa pagi, 21 April 2026, gudang logistik Polres Nunukan menjadi pusat perhatian internal kepolisian. Bukan tanpa alasan ratusan senjata api dinas milik Polri diperiksa secara menyeluruh.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabidpropam Polda Kaltara, Kombes Pol Krishadi Permadi. Ia turun bersama tim Subbidprovos untuk memastikan satu hal: apakah seluruh senjata yang dipegang personel masih layak digunakan, atau justru menyimpan potensi bahaya.

Lokasi Pemeriksaan dimulai pukul 08.00 Wita di Mako Polres Nunukan dan berlangsung hingga sekitar pukul 11.15 Wita.

Senjata Api Laras Pendek Total: 213 pucuk Distribusi tersebar di berbagai satuan dan polsek, dengan rincian mencolok

Polres Nunukan: 104 pucuk

Satker internal: 15 pucuk

Polsek jajaran: puluhan pucuk lainnya

Pimpinan: 1 pucuk

Namun yang menjadi sorotan:

203 pucuk dalam kondisi baik

7 pucuk rusak ringan

3 pucuk rusak berat

Kerusakan ini memunculkan tanda tanya serius. Di tengah tuntutan kesiapsiagaan tinggi, keberadaan senjata rusak—meski jumlahnya kecil tetap menjadi catatan penting.

Senjata Api Laras Panjang Total: 84 pucuk

Sebaran meliputi Polres, Polsek hingga satuan khusus seperti Polairud dan KP3.

Hasilnya: 79 pucuk siap pakai

5 pucuk layak pakai

0 pucuk tidak layak pakai

Sekilas tampak aman. Tapi istilah “layak pakai” menyiratkan bahwa tidak semua senjata berada dalam kondisi prima.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ini adalah sinyal tegas dari Propam: pengawasan terhadap penggunaan senjata api tidak boleh longgar. Setiap pucuk senjata yang rusak, setiap kelalaian dalam perawatan, bisa berujung fatal—baik bagi personel maupun masyarakat.

Pemeriksaan berakhir dalam kondisi aman dan terkendali. Namun hasilnya menyisakan pekerjaan rumah: memastikan seluruh senjata benar-benar siap digunakan tanpa risiko.

Di wilayah perbatasan seperti Nunukan, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Dan dari gudang logistik itulah, alarm kedisiplinan kembali dibunyikan ujarnya. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait