Tim Audit Kinerja Itwasum Polri, Wasrik di Polda Kaltara

Selasa, 8 September 2026

PUBLIKA BULUNGAN – Ada yang berbeda di Polda Kalimantan Utara, Selasa (8/9/2026).Sejumlah satuan kerja harus bersiap menghadapi pemeriksaan dari tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri.

Bukan sekadar memeriksa tumpukan berkas Kinerja, operasional, sumber daya manusia, logistik hingga pengelolaan keuangan ikut menjadi sorotan.

Tim Audit Kinerja Itwasum Polri melaksanakan Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Audit Kinerja Tahap II di Polda Kaltara Pemeriksaan dipusatkan di Ruang 91 Polda Kaltara.

Tim dipimpin BJP Heri Wahono, S.I.K. selaku Pengawas Tim Sejumlah pejabat ikut turun dalam pemeriksaan tersebut. Mereka dibagi berdasarkan bidang masing-masing, mulai dari operasional, SDM, logistik hingga pengawasan keuangan.

Bidang Operasional dipimpin KBP Adi Wibowo, S.H., M.H Sementara bidang SDM melibatkan KBP Puji Hendro Wibowo, S.H., S.I.K., CHRMP dan KBP Drs. Supriadi, M.M.

Bidang Logistik diperkuat KBP Sri Wibowo, S.I.K., M.H., KBP Sugeng Utomo, S.H., S.I.K., M.H. serta KBP Sriwibowo, S.I.K., M.H. Adapun bidang Pengawasan Keuangan atau Garkeu melibatkan KBP Eko Sudaryanto, S.I.K.

Pemeriksaan pun tidak berhenti di meja kerja Polda Kaltara. Sejumlah satker internal ikut diperiksa, di antaranya Ditpolairud, Satbrimob, Biro SDM dan satuan kerja lainnya.

Lima satuan wilayah jajaran juga masuk dalam pemeriksaan., Yakni Polresta Bulungan, Polres Tarakan, Polres Nunukan, Polres Malinau dan Polres Tana Tidung.

Yang menjadi perhatian bukan semata-mata apakah program telah dilaksanakan. Tim juga melihat bagaimana program tersebut dijalankan, apakah sesuai ketentuan, bagaimana pengendalian internalnya, serta sejauh mana sumber daya organisasi dikelola secara efektif dan akuntabel.

Dengan begitu, setiap satuan kerja dituntut mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya Namun Wasrik bukan berarti pemeriksaan untuk sekadar mencari kesalahan.

Audit juga menjadi ruang bagi satuan kerja untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan rekomendasi perbaikan Setiap catatan hasil pemeriksaan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen.

Justru dari situlah perbaikan dimulai Jika ditemukan kekurangan, harus diperbaiki Jika ada sistem yang belum berjalan maksimal, harus dibenahi Dan jika terdapat potensi penyimpangan, harus dicegah sejak dini.

Itwasum Polri menempatkan pengawasan internal sebagai bagian penting dalam menjaga tata kelola organisasi agar tetap berjalan sesuai aturan.

Bagi Polda Kaltara dan seluruh jajaran, hasil Wasrik ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian.

Sebab pada akhirnya, audit bukan hanya soal mencari apa yang salah, tetapi memastikan apa yang sudah benar bisa terus dipertahankan dan apa yang masih kurang segera dibenahi.

Dan satu hal menjadi pesan penting dari pemeriksaan tersebut Setiap anggaran, setiap program, dan setiap pekerjaan harus bisa dipertanggungjawabkan. (Bli Made)

Bagikan:
Berita Terkait