PUBLIKA TANJUNG SELOR – Kerukunan antarumat beragama tidak cukup dijaga dengan slogan. Dibutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan komitmen nyata agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan. Semangat itulah yang mengemuka dalam pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltara, Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 12 tokoh agama yang mewakili enam agama di Kaltara mendatangi Graha Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Kaltara untuk melakukan audiensi dan silaturahmi. Rombongan diterima langsung Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muhammad Saleh, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran terkait.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. FKUB dan Kemenag berupaya memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan kehidupan masyarakat yang beragam tetap berlangsung aman, kondusif, dan harmonis.
Ketua FKUB Kaltara, Suriansyah, menegaskan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam mendukung program-program prioritas, termasuk penilaian Harmony Award.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kaltara sebagai daerah yang mampu merawat kerukunan di tengah perbedaan keyakinan, latar belakang, dan kehidupan sosial masyarakat.

Bagi FKUB dan Kemenag, menjaga keharmonisan bukan hanya tentang mencegah konflik. Lebih dari itu, kerukunan membutuhkan keterlibatan aktif para tokoh agama untuk membangun komunikasi lintas iman, memperkuat sikap saling menghormati, serta menjaga ruang dialog tetap terbuka.
Kolaborasi kedua pihak diharapkan mampu mendongkrak indeks kerukunan umat beragama di Kaltara. Setidaknya, sinergi tersebut menjadi modal untuk mempertahankan capaian keharmonisan yang telah diraih provinsi termuda di Pulau Kalimantan itu.
Namun, keberhasilan menjaga kerukunan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pertemuan para tokoh atau capaian penghargaan. Ukuran terpentingnya adalah bagaimana masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, menghormati perbedaan, dan hidup berdampingan tanpa diskriminasi.
Dengan memperkuat kemitraan antara FKUB dan Kemenag, Kaltara diharapkan terus merawat keberagaman sebagai kekuatan sosial, bukan celah yang dapat memicu perpecahan.(Bli)





