Jagung di Pimping Gagal Panen Setelah Banjir Rendam Lahan

Rabu, 10 Juni 2026


Bulungan – Harapan petani jagung di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, untuk memanen hasil tanamannya pada Juli 2026 pupus setelah lahan pertanian mereka terendam banjir.


Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, Lahan seluas 0,5 hektare milik Siau, anggota Kelompok Tani Maju Sejahtera, mengalami kerusakan akibat genangan air yang terjadi beberapa waktu terakhir. Jagung varietas Hebat bantuan Dinas Pertanian yang ditanam sejak April 2026 tidak dapat berkembang secara optimal hingga berujung gagal panen.


Bhabinkamtibmas Desa Pimping, Briptu Yohanes, yang melakukan pemantauan di lokasi menyebutkan banjir menjadi faktor utama penyebab kerusakan tanaman.

Padahal, lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 700 kilogram jagung saat masa panen tiba.
Ketua Kelompok Tani Maju Sejahtera, Kenos, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pukulan bagi petani yang tengah berupaya meningkatkan produksi pangan di wilayahnya.

Selain menghilangkan potensi hasil panen, kerusakan tanaman juga berdampak pada biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan selama masa budidaya.


Gagal panen akibat banjir masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan. Curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai kerap mengancam lahan pertanian yang berada di dataran rendah.


Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap perkembangan sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Monitoring tersebut juga menjadi upaya untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, termasuk dampak bencana alam terhadap produktivitas pertanian.

Bagikan:
Berita Terkait