Kapolda Kaltara Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Ribuan Personel Turun! Polisi Siaga Amankan Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026

TANJUNG SELOR – Suasana siaga mulai terasa jelang arus mudik Lebaran. Kapolda Kalimantan Utara Djati Wiyoto Abadhy S.I.K. memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 sekaligus membacakan amanat Kapolri Jenderal Sigit Drs.Listyo Sigit Prabowo, Kamis (12/3/2026).

Operasi besar ini menjadi tanda dimulainya pengamanan nasional menghadapi mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda, ditegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan kekuatan 161.243 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait di seluruh Indonesia.

“Operasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat melaksanakan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib dan lancar,” tegas Kapolda. 143 Juta Orang Diprediksi Mudik

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Lonjakan besar ini dipicu sejumlah kebijakan pemerintah yang memudahkan masyarakat mudik, seperti diskon tarif tol potongan tiket transportasi.

Meski demikian, aparat tetap diminta waspada terhadap lonjakan kendaraan di berbagai jalur. Puncak Mudik Diprediksi Dua Gelombang Hasil rakor lintas sektor memprediksi arus mudik dan balik akan terjadi dalam dua fase besar

Arus Mudik

14–15 Maret 2026

18–19 Maret 2026

Arus Balik

24–25 Maret 2026

28–29 Maret 2026

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos PAM) 779 Pos Pelayanan (Pos Yan) 343 Pos Terpadu

Pos-pos ini akan menjadi pusat informasi, pelayanan hingga pertolongan darurat bagi pemudik. 185 Ribu Lokasi Dijaga Ketat Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek penting, di antaranya Masjid dan lokasi Salat Id, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal dan pelabuhan, bandara dan stasiun.

Selain itu, Polri juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, hingga sistem ganjil-genap untuk mengurai kemacetan.

Premanisme, Balap Liar Hingga Tawuran Jadi Sorotan Dalam amanatnya, Kapolri juga mengingatkan sejumlah potensi gangguan keamanan selama Lebaran, seperti. kejahatan jalanan, premanisme, balap liar, perkelahian kelompok.

Karena itu aparat diminta meningkatkan patroli di titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggal pemudik.

Polisi juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian bagi masyarakat yang mudik. Waspada Cuaca Ekstrem Saat Mudik. Selain gangguan kamtibmas, aparat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi selama masa arus mudik. Sementara itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying, karena stok BBM dan LPG nasional masih aman.

Menutup amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

Ia menegaskan keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada soliditas dan sinergitas seluruh unsur pengamanan. “Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Kapolda.

Bagikan:
Berita Terkait