TARAKAN – Kapolres Tarakan menerima kunjungan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tarakan dalam rangka mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan organisasi kemahasiswaan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Tarakan tersebut dimulai sekitar pukul 15.25 WITA dan dihadiri Kapolres Tarakan, Kasat Intelkam Polres Tarakan, KBO Sat Intelkam Polres Tarakan, Ketua PMII Kota Tarakan serta Sekretaris PMII Kota Tarakan.
Dalam audiensi tersebut, Kapolres Tarakan menyambut baik kunjungan jajaran PMII Kota Tarakan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial yang dapat memberikan kritik, masukan maupun pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dan pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, fungsi kontrol sosial tersebut perlu dijalankan secara konstruktif dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kapolres juga menekankan pentingnya membangun hubungan antara kepolisian dan mahasiswa sebagai mitra, bukan sebagai pihak yang saling berlawanan. Setiap perbedaan pandangan maupun persoalan yang muncul diharapkan dapat dikomunikasikan terlebih dahulu guna mencegah terjadinya kesalahpahaman.
“Mahasiswa tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, komunikasi dan dialog perlu terus dibangun agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik,” demikian penyampaian Kapolres dalam audiensi tersebut.
Selain itu, Polres Tarakan membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan PMII maupun organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan lainnya di Kota Tarakan. Komunikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk membahas berbagai persoalan sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi dinamika yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua PMII Kota Tarakan menyampaikan bahwa selama ini pihaknya aktif melaksanakan berbagai kegiatan organisasi serta advokasi terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di masyarakat. PMII berharap komunikasi dan koordinasi dengan Polres Tarakan dapat terus terjalin, khususnya dalam menyikapi berbagai dinamika di Kota Tarakan.
Dalam kesempatan tersebut, PMII juga menyampaikan sejumlah rencana kegiatan. Salah satunya adalah nonton bareng film Sang Kiai di Sekretariat PMII dengan estimasi peserta sekitar 30 orang sebagai bagian dari kegiatan refleksi Hari Kemerdekaan.
Selain itu, melalui Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI), PMII Kota Tarakan juga aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan dan literasi. Ke depan, PMII berharap terdapat berbagai kegiatan yang dapat dikolaborasikan bersama Polres Tarakan.
PMII Kota Tarakan turut menyampaikan rencana pelaksanaan diskusi terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengangkat tema “Karhutla Tanggung Jawab Siapa”. Diskusi tersebut ditujukan untuk membahas persoalan Karhutla dari berbagai perspektif tanpa menyalahkan pihak tertentu.
Kegiatan diskusi tersebut direncanakan berlangsung di Kedai Doremi dengan melibatkan unsur organisasi kepemudaan dan lembaga mahasiswa serta sejumlah narasumber, termasuk dari unsur Polres Tarakan. Peserta diperkirakan mencapai 30 hingga 50 orang.
Audiensi berlangsung dalam suasana aman, tertib dan kondusif. Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa, sekaligus mendorong terciptanya kolaborasi positif dalam menjaga keamanan, ketertiban serta menyikapi berbagai persoalan sosial di Kota Tarakan.





