Orang Terjangkit HIV di Bulungan Mencapai 21 Orang, Dominan Pelanggan Pekerja Seks dan Homo…

Selasa, 29 Juli 2025

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mencatat paparan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Bulungan cukup tinggi. Terlihat dari data orang yang terpapar HIV tahun 2025 dengan tahun sebelumnya terlihat ada peningkatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono menjelaskan ketika orang terpapar, bisa ditemukan saat screening atau tes saat akan mendonorkan darah.

“Bisa juga saat orang itu tiba-tiba masuk rumah sakit dengan keluhan, ketika dilaksanakan pengecekan laboratorium ternyata HIV,” ucapnya, Selasa (29/7/2025).

Kondisi yang ditemukan di lapangan, kata Imam, orang yang terpapar tidak serta merta dapat menerima kenyataan jika dirinya terjangkit HIV. Sehingga tidak dapat langsung diberikan pengobatan, melainkan diberikan pendampingan.

Baca juga  Universitas Ngudi Waluyo Wisuda 289 Tenaga Kesehatan 61 di antaranya berasal dari Pemda Kabupaten Bulungan

“Tidak serta merta orang itu langsung dikasih obat, tapi ada pendampingan dari Dinas Kesehatan. Waktunya itu bisa lama karena seseorang yang dinyatakan positif HIV tidak serta merta menerima biasanya tidak menerima, ini harus pendampingan terus, sampailah saat menerima penyakitnya itu dan diberikan obat ARV,” tuturnya.

Terkait penyebarannya, dia mengatakan dapat terjadi karena pergaulan baik yang positif atau negatif. Kalau pergaulan positif bisa saja orang ini adalah tenaga kesehatan yang pernah menolong orang yang terpapar karena luka, karena penularannya lewat darah.

“Kalau pergaulan negatif itu bisa jadi masa lalunya dia kontak dengan orang yang menderita HIV,” jelasnya.

Imam Sujono menyebutkan periode Januari hingga Juni 2025 kasus baru terkena HIV di Bulungan mencapai 21 orang rinciannya 18 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Lalu On ARV (Antiretroviral) atau pengobatan sebanyak 18 orang.

Baca juga  Keabsahan Hak Atas Lahan Perambahan Hutan, Harus Ada Bukti Yang Jelas

“Faktor resikonya LSL (Lelaki Suka Lelaki) ada 4, WPS (Wanita Pekerja Seks) ada 1 orang, TB (Tuberkulosis) ada 1 orang, IMS (Inpeksi Menular Seksual) ada 2 orang, Bumil (Ibu Hamil) ada 2 orang, Pelanggan PS (Pekerja Seks) ada 8 orang, pasangan Odhiv (Orang Dengan HIV) ada 1 orang dan populasi umum ada 2 orang,” paparnya.

Sedangkan di tahun 2024 yang terpapar HIV di Bulungan rinciannya untuk kasus baru sebanyak 36 orang, On ARV sebanyak 40 (ada kasus lama baru mulai ARV).

Baca juga  Prabowo Mania Tarakan Inginkan Warga Jangan Pilih Kotak Kosong di Pilwali Tarakan 2024

“Rinciannya untuk laki-laki sebanyak 28 orang dan perempuan ada 8 orang,” sebutnya.

Dia menambahkan untuk faktor resikonya, diantaranya LSL sebanyak 11 orang, Waria ada 3 orang, WPS ada 1 orang, TB ada 2 orang, pelanggan PS ada 12 orang, pasangan Risti (Resiko Tinggi) ada 6 orang, pasangan Odhiv ada 2 orang dan populasi umum ada 6 orang.

“Jumlah faktor resiko lebih bnyak dari kasus (orang) karena ada 2 faktor resiko pada orang yang sama. Jadi yang terpapar langsung di lakukan pendampingan oleh petugas sampai pemberian obat Anti Virus, karena obat Anti Virus harus di minum se umur hidup maka secara khusus ODHA kita perlakukan secara khusus,” pungkasnya. (rdi)

Bagikan:
Berita Terkait