PUBLIKA SEKATAK – Koordinasi lintas sektor menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah di tingkat kecamatan. Tanpa kerja sama yang nyata, pertemuan antarlembaga berisiko berhenti sebagai agenda rutin tanpa dampak langsung bagi masyarakat.
Persoalan koordinasi itu menjadi konteks Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tingkat Kecamatan Sekatak Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Sekatak, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kapolsek Sekatak AKP Marsono hadir bersama Plt. Camat Sekatak Roni Paembonan, S.IP., M.M., perwakilan Koramil Sekatak Sertu Situmorang, dan Kepala UPTD Puskesmas Sekatak Ahmad Berowi.
Forum tersebut juga dihadiri para kepala desa, kepala sekolah tingkat SD dan SMP, perwakilan perusahaan, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sekatak, serta kader Posyandu.
Beragamnya unsur yang hadir menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah kecamatan tidak dapat bekerja sendiri. Begitu pula kepolisian, fasilitas kesehatan, sekolah, pemerintah desa, dan perusahaan membutuhkan koordinasi agar pelaksanaan program di wilayah berjalan selaras.
Namun, ukuran keberhasilan forum lintas sektoral bukan semata-mata jumlah peserta atau terlaksananya agenda pertemuan. Yang lebih penting ialah bagaimana komunikasi antarlembaga diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam laporan kegiatan, acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bulungan, dilanjutkan sambutan Plt. Camat Sekatak, kemudian ditutup.
Kapolsek Sekatak AKP Marsono turut hadir sebagai bagian dari unsur kepolisian dalam forum tersebut. Kehadiran Polri menjadi relevan dalam membangun koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat, terutama terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meski demikian, laporan kegiatan belum merinci persoalan sektoral yang dibahas, keputusan yang dihasilkan, ataupun tindak lanjut yang disepakati para peserta.
Informasi tersebut penting untuk menilai sejauh mana lokakarya menghasilkan perubahan, bukan sekadar mempertemukan para pemangku kepentingan.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan koordinasi di ruang pertemuan. Mereka membutuhkan pelayanan yang berjalan, persoalan yang ditangani, serta kerja sama antarlembaga yang dapat dirasakan manfaatnya.
Lokakarya lintas sektoral akan memiliki arti lebih besar apabila hasilnya berlanjut menjadi program nyata bagi masyarakat Kecamatan Sekatak. (Bli)





