Tragis! Bocah 7 Tahun Hilang Diduga Tenggelam di Sungai Pura Sajau, Pencarian Berlangsung hingga Malam

Jumat, 6 November 2026

PUBLIKA – BULUNGAN – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama AM dilaporkan tenggelam di sungai Desa Pura Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (6/11/2026) sore.

Ps Kasi Humas Aipda Hadi Purnomo, Hingga Jumat malam, korban belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tanjung Palas Timur, Bhabinsa, serta masyarakat setempat masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima piket jaga Polsek Tanjung Palas Timur dari masyarakat sekitar pukul 17.30 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, M. Irfan Maulana, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, korban bersama ayahnya, Ramadan, dan kakak tirinya, M. Irfan Maulana, berangkat dari rumah menuju sungai.

Setibanya di lokasi, Ramadan membersihkan perahu, sementara M. Irfan bersama AM membersihkan terpal di pinggir sungai.

Setelah selesai, M. Irfan dan korban kemudian berenang di pinggir sungai. Saat itu, AM diketahui menggunakan jeriken berkapasitas lima liter sebagai pelampung.

Namun, ketika M. Irfan selesai menyelam dan kembali ke permukaan air, ia tidak lagi melihat keberadaan korban. Yang terlihat hanya jeriken yang sebelumnya digunakan AM, sudah hanyut sekitar 10 meter dari titik awal mereka berenang.

Menyadari korban tidak terlihat, M. Irfan langsung berteriak meminta bantuan kepada ayah korban. Ramadan kemudian berupaya mencari anaknya, sementara M. Irfan bergegas kembali ke kampung untuk meminta pertolongan warga.

Masyarakat Desa Pura Sajau kemudian berdatangan dan bersama-sama melakukan pencarian. Personel Polsek Tanjung Palas Timur bersama Bhabinsa dan masyarakat terus melakukan penyisiran menggunakan perahu ketinting serta peralatan seadanya.

Proses pencarian menghadapi tantangan kondisi sungai yang sedang surut, dengan arus air relatif deras. Hingga laporan sementara disampaikan pada Jumat malam, keberadaan AM masih belum diketahui.

Pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di sekitar sungai, mengingat kondisi arus dan kedalaman air yang dapat membahayakan keselamatan ujar Hadi.(Bli)

Bagikan:
Berita Terkait