PUBLIKA TANJUNG SELOR – Pdt. Oktovianthinno ESRWA, RO, S.Th dari Gereja GPSI El Bethel Tanjung Selor menyampaikan khotbah mengenai pentingnya membangun rumah tangga dan keluarga yang berpusat pada Tuhan.Minggu 23-8-2026.
Dalam khotbahnya, ia menjelaskan bahwa keluarga yang diberkati Tuhan bukan semata-mata diukur dari kelimpahan materi, tetapi juga dari kedamaian, keharmonisan, kasih sayang, serta ketaatan kepada Firman Tuhan.
Menurutnya, keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan akan menjadikan nilai-nilai Firman Tuhan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
“Keluarga yang diberkati Tuhan adalah keluarga yang takut akan Tuhan, menaati firman-Nya, hidup rukun dan berpusat pada Kristus.
Pdt. Oktovianthinno menjelaskan, sedikitnya terdapat beberapa karakter utama yang harus dimiliki keluarga agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan.
Pertama, hidup takut akan Tuhan. Kepala keluarga bersama seluruh anggota keluarga diharapkan menjadikan jalan Tuhan sebagai pedoman kehidupan, bukan hanya mengikuti keinginan pribadi.
Kedua, menaati Firman Tuhan. Ia mengingatkan pentingnya membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan dengan pesan dalam Yosua 1:8, bahwa Firman Tuhan harus direnungkan siang dan malam agar kehidupan berjalan dalam keberhasilan dan keberuntungan yang sesuai kehendak-Nya.
Ketiga, hidup rukun dan saling mengasihi. Keharmonisan keluarga dibangun melalui kesatuan hati, kerendahan hati, saling menghargai, saling mengasihi serta membangun kebiasaan untuk saling mendoakan.
Keempat, menjalankan peran sesuai Firman Tuhan. Suami dipanggil untuk mengasihi istrinya, sementara istri menghormati suami dan anak-anak menaati orang tua. Menurutnya, pemahaman terhadap peran masing-masing dapat menjadi dasar terciptanya keluarga yang harmonis.
Kelima, rajin bekerja dan menjadi berkat. Keluarga juga didorong untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, menikmati hasil jerih payah, sekaligus berbagi dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Dalam khotbah tersebut, Mazmur 128 menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan keluarga yang diberkati Tuhan. Berkat itu antara lain berupa keberhasilan dalam pekerjaan dan hasil jerih payah, keharmonisan dalam rumah tangga, serta berkat keturunan.
Istri digambarkan seperti pohon anggur yang subur, sementara anak-anak seperti tunas pohon zaitun di sekeliling meja. Gambaran tersebut menjadi simbol sukacita, kesejahteraan, kekuatan dan kehidupan keluarga yang bertumbuh.
Pesan tersebut mengingatkan jemaat bahwa membangun keluarga yang diberkati Tuhan membutuhkan komitmen bersama. Bukan hanya suami atau istri, tetapi seluruh anggota keluarga memiliki peran untuk menjaga kasih, kerukunan dan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan.
Dengan keluarga yang hidup dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan, rumah tangga diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertumbuh bagi anggota keluarga, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi lingkungan dan sesama.
Reporter: Made Wahyu R





