Diculik Saat Tidur, Diborgol lalu Dibuang di Hutan, Pria di Tanjung Selor Babak Belur Usai Diduga Dianiaya OTK

Sabtu, 16 Mei 2026

TANJUNG SELOR,—Peristiwa mengejutkan terjadi di Tanjung Selor. Seorang pria bernama MD melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan usai mengalami aksi brutal yang disebut terjadi pada Kamis (14/5/2026) dini hari.

Kasat Reskrim AKP Rio Adi Pratama Menjelaskan, Kasus ini kini resmi ditangani Polresta Bulungan setelah terbit Laporan Polisi Nomor: LP/B/84/V/2026/SPKT/POLRESTA BULUNGAN/POLDA KALTARA, tertanggal 14 Mei 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden itu terjadi sekitar pukul 00.00 WITA di rumah korban di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Korban MD mengaku saat itu sedang tertidur di dalam kamar. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika beberapa orang tak dikenal tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya.

Tanpa banyak bicara, para pelaku disebut langsung menyuruh korban tiarap, memborgol kedua tangannya, lalu menutup kepala korban menggunakan kain.

Tak berhenti di situ, korban kemudian dibawa menggunakan mobil ke lokasi yang belum diketahui. Sesampainya di lokasi yang disebut berada di kawasan hutan, korban kembali mendapat perlakuan brutal.

Korban dipaksa tiarap sebelum dihujani pukulan di bagian kepala, tubuh belakang, kedua lengan hingga paha kiri dan kanan.

Dalam kondisi tak berdaya, korban mengaku sempat mendengar salah satu pelaku melontarkan kalimat bernada ancaman.

“Jangan minum-minum ciu lagi, jaga orang tuamu, jangan mengganggu orang yang jualan,” ujar salah satu pelaku seperti tertuang dalam laporan korban, Usai dianiaya, korban ditinggalkan begitu saja di lokasi gelap di kawasan hutan.

Dengan kondisi luka dan kebingungan, korban berjalan mengikuti suara sepeda motor hingga akhirnya tiba di pinggir jalan yang diduga berada di sekitar Jembatan Jembatan Tanjung Selor–Tanjung Palas.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di tangan kiri, lebam di lengan kanan, lebam di bagian belakang tubuh, paha kiri dan kanan, serta nyeri di bagian kepala.

Merasa menjadi korban aksi brutal, MD akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bulungan untuk diproses lebih lanjut.
Hingga kini, identitas para terlapor masih dalam tahap penyelidikan polisi. Motif pasti di balik aksi penculikan disertai penganiayaan ini juga masih didalami aparat. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait