PUBLIKA BULUNGAN — Ada yang berbeda dalam rangkaian peringatan HUT Polisi Lalu Lintas ke-71 di Polda Kalimantan Utara. Di tengah kesibukan menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, jajaran Ditlantas Polda Kaltara memilih sejenak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bersama para ulama dan anak-anak yatim, doa-doa dipanjatkan dari Masjid Aryyaguna Polda Kaltara, Senin (7/9/2026). Bukan hanya untuk keluarga besar Polisi Lalu Lintas, tetapi untuk keselamatan masyarakat, bangsa dan negeri yang mereka cintai.
Kegiatan doa bersama dalam rangka HUT Polantas ke-71 tersebut dihadiri Direktur Lalu Lintas Polda Kaltara Kombes Pol Jamal Alam H, S.H., S.I.K., M.Si., Ustaz Kasman Gaffar selaku Dai Kamtibmas, Pengasuh dan Anak-anak asuh dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Sahabat Yatim Duafa Ustaz Ahmad Alfan, serta seluruh personel Ditlantas Polda Kaltara.
Suasana kebersamaan terasa hangat. Polisi, ulama dan anak-anak yatim duduk bersama dalam satu tempat, menengadahkan tangan dengan harapan yang sama: memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian dan dijauhkan dari berbagai bencana.
Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Jamal Alam H mengatakan, peringatan HUT Polantas ke-71 tidak hanya menjadi sebuah perayaan bertambahnya usia pengabdian Polisi Lalu Lintas. Melalui doa bersama, ada harapan besar yang ingin dititipkan untuk bangsa, masyarakat dan seluruh anggota Polri.
“Yang pertama kita berdoa untuk bangsa Indonesia, semoga negeri kita selalu aman dan dijauhkan dari berbagai bencana. Kita juga mendoakan seluruh anggota Polri agar senantiasa diberikan perlindungan dalam melaksanakan tugas. Dan khusus untuk Polisi Lalu Lintas di Polda Kaltara dan jajaran, semoga kami mampu menjadi Polantas yang benar-benar KARIB dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Jamal Alam H.
Menjadi KARIB, menurutnya, bukan sekadar sebuah nama program. KARIB yang berarti Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif dan Berintegritas, diharapkan tumbuh menjadi sikap dalam keseharian anggota lalu lintas ketika berhadapan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kedekatan itu pula yang dirasakan Sahabat Yatim Duafa. Ustaz Ahmad Alfan menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan jajaran Ditlantas Polda Kaltara kepada anak-anak asuh sahabat yatim duafa.
Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana hubungan antara Polisi Lalu Lintas dan masyarakat dapat dibangun melalui kepedulian dan rasa kekeluargaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian jajaran Ditlantas Polda Kaltara kepada Rumah Tahfiz Sahabat Yatim Duafa. Bagi kami, ini menjadi salah satu bukti kekariban Polantas dengan masyarakat,” ungkap Ustaz Alfan.
Sementara itu, Ustaz Kasman Gaffar mendoakan agar kebersamaan seperti ini tidak berhenti pada peringatan HUT Polantas semata, tetapi dapat terus terjalin dalam perjalanan pengabdian ke depan.
“Semoga kegiatan doa bersama seperti ini terus berkelanjutan. Kita mendoakan Polantas KARIB diberikan kemudahan, kelancaran dan kesehatan dalam menjalankan tugas serta pengabdiannya untuk negeri,” tutur Ustaz Kasman.
Kehadiran anak-anak yatim dalam doa bersama tersebut memberikan warna tersendiri. Di antara seragam polisi dan lantunan doa, terbangun sebuah pesan sederhana bahwa kedekatan dengan masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar.
Terkadang, kedekatan itu tumbuh dari duduk bersama, saling mendoakan, berbagi perhatian dan menghadirkan rasa bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.
Dari Masjid Aryyaguna Polda Kaltara, doa-doa itu dipanjatkan. Untuk Indonesia yang aman, untuk masyarakat yang terlindungi, untuk anggota Polri yang menjalankan tugas, dan untuk Polantas Kaltara agar senantiasa diberi kekuatan untuk tetap KARIB dan mengabdi sepenuh hati kepada masyarakat. (***)





