Bukan Cuma Tilang! Puslitbang Polri Bongkar Peran Polisi dalam Keselamatan Lalu Lintas di Bulungan

Senin, 12 Oktober 2026

PUBLIKA TANJUNG SELOR – Keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal penindakan pelanggaran dan pemberian sanksi tilang. Edukasi, pemanfaatan teknologi, serta kemitraan dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Ps Kasi humas Aipda Hadi, Hal inilah yang menjadi perhatian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melalui kegiatan penelitian bertajuk Peran Polri dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) Berbasis Edukasi, Teknologi, dan Kemitraan Masyarakat di Polresta Bulungan, Senin (12/10/2026).

Penelitian tersebut berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana Polresta Bulungan, Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memetakan sejauh mana peran kepolisian dalam membangun kesadaran berlalu lintas, sekaligus menggali pandangan masyarakat mengenai langkah-langkah yang selama ini dilakukan Polri.

Kapolresta Bulungan diwakili Ps. Kabag SDM Polresta Bulungan, AKP Muhammad Imran Tawainella, Sementara itu, tim Puslitbang Polri dipimpin Kombes Pol Saefudin Mohammad, S.I.K., selaku ketua tim peneliti. Tim juga melibatkan Pembina Dwi Irawati, S.S., M. Wahyu Ghani, S.IIP., M.I.Kom., serta Briptu Ikhwan Abdillah Makhluk, S.H.

Penelitian ini tidak hanya melibatkan jajaran internal kepolisian. Sejumlah pemangku kepentingan dari luar institusi Polri juga dilibatkan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam.

Peserta eksternal berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bulungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), organisasi mahasiswa, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaltara, Jasa Raharja, organisasi kemasyarakatan Gagak Bersatu Nusantara (GBN), perwakilan pengemudi ojek online, serta Organda.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai persoalan keselamatan lalu lintas di lapangan.

Sebab, mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas pengguna jalan, dan seluruh elemen masyarakat juga diperlukan.

Melalui forum diskusi tersebut, berbagai perspektif dapat dihimpun untuk melihat efektivitas edukasi keselamatan, penggunaan teknologi, serta pola kemitraan antara polisi dan masyarakat.

Penelitian Puslitbang Polri ini memiliki sejumlah sasaran penting. Pertama, memetakan pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap edukasi keselamatan berlalu lintas, pemanfaatan teknologi, kemitraan masyarakat, budaya dan perilaku berlalu lintas, serta harapan masyarakat terhadap upaya Polri.

Kedua, menganalisis peran dan kebijakan Polri dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas melalui pendekatan edukasi, teknologi, dan kemitraan masyarakat.

Ketiga, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan maupun yang menjadi kendala dalam pelaksanaan peran Polri di bidang keselamatan lalu lintas.

Keempat, menganalisis koordinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang tidak semata-mata bertumpu pada penegakan hukum.

Melalui penelitian ini, pendekatan edukatif dan kemitraan masyarakat menjadi perhatian penting dalam meningkatkan kesadaran pengguna jalan.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu aspek yang ditelaah untuk melihat bagaimana inovasi dapat mendukung pelayanan kepolisian serta upaya mewujudkan keselamatan berlalu lintas.

Di sisi lain, koordinasi lintas instansi diperlukan agar persoalan lalu lintas dapat ditangani secara lebih terpadu, termasuk yang berkaitan dengan infrastruktur jalan, pendidikan keselamatan, perlindungan korban kecelakaan, serta perilaku pengguna jalan.

Rangkaian kegiatan di Polresta Bulungan meliputi pembukaan, doa, sambutan perwakilan Kapolresta Bulungan, arahan teknis dari ketua tim peneliti, penayangan video pengantar penelitian, dan foto bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama pejabat utama yang membidangi lalu lintas, samapta, pembinaan masyarakat, dan hubungan masyarakat, serta FGD bersama unsur masyarakat.

Penelitian tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana edukasi, teknologi, dan kemitraan dapat berjalan beriringan dalam membangun keselamatan berlalu lintas.

Sebab, lalu lintas yang aman bukan hanya tanggung jawab polisi. Kesadaran pengendara, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkannya ujar Hadi. (Bli)

Bagikan:
Berita Terkait