DPW PEKAT IB Bali Dukung Program Ketahanan Pangan Melalui Pupuk Organik

Senin, 12 Mei 2025
Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Bali I Ketut Putra Wijaya (tengah) bersama Direktur PT Wahyu Tri Buana Bakti, Dinar Leni Marlina (paling kanan)

PUBLIKA, Jembrana – DPW Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Indonesia Bersatu Provinsi Bali melakukan gebrakanmelalui langkahnyata ke masyarakat membantu petani dan peternak dalam meningkatkan produksi mereka. Mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk organik cair bekerjasama dengan PT Wahyu Tri Buana Bakti.  

Ketersediaan pupuk selama ini menjadi kendala petani selain dengan harga yang tinggi juga kimia. Hal inilah yang menjadi pijakan DPW PEKAT IB Provinsi Bali mencari solusi sejalan dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, mewujudkan pertanian hijau (organik) melalui pupuk organic yang berbahan dasar dari sampah organic. Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Bali, Drs I Ketut Putra Wijaya, CRBD, mengatakan sebagai organisasi masyarakat yang berlandaskan cinta tanah air, DPW PEKAT IB Bali berkomitmen ikut mendukung program Astacita Pemerintah salah satunya upaya dalam ketahanan pangan.

Baca juga  Jembrana Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

“Ini juga upaya kami merubah anggapan premanisme, kami melalui keabsahan organisasi, mewujudkan untuk membantu pengembangan potensi pertanian dan perkebunan. Ini pertama dulu mengawali di Jembrana. Baru mulai, melalui lahan percontohan,” ujar Putra Wijaya didampingi  I Dewa Nyoman Kramas Arya Oka, Wakil Sekretaris Program DPW PEKAT IB Provinsi Bali. Secara riil membantu menekan biaya pupuk dan mengubah mainset dari kimia ke organic menggunakan pupuk organic yang diproduksi asli Bali, pupuk Cap Gunung Slamet. Pupuk cair ini selain organik, memiliki fungsi yang lebih efisien dan membantu produksi petani. Bukan saja di pertanian dan perkebunan, pupuk ini juga teruji di sejumlah lokasi untuk peternakan dan perikanan.

Baca juga  BRI Branch Office Negara Salurkan 1.000 Paket Sembako
Pupuk organik cair Cap Gunung Slamet

Dinar Leni Marlina, Direktur PT. Wahyu Tri Buana Bakti, Senin (12/5/2025) mengatakan melihat potensi yang baik dan misi mulia dari DPW PEKAT IB Bali beserta pengurus dalam upaya mengubah image organisasi melalui dukungan program ketahanan pangan ke masyarakat. Melalui MoU yang telah dilakukan, pihaknya meyakini memiliki progress ke depan sebagai income sektor yang mereka dapatkan. “Tidak hanya di pertanian dan peternakan saja, juga sebagai upaya bakti sosial ke masyarakat, pondok pesantren dan panti asuhan bisa dibantu dengan pupuk ini untuk tanaman dan hewan peliharaan,” terang Marlina. Pupuk cair organic ini menurutnya dapat membantu sebagai pupuk sekaligus komposter dan bisa digunakan dari masa tanam hingga menjelang panen. Bahan yang digunakan untuk pupuk ini 100 persen dari sampah organik. Menurutnya sejumlah demplot dan masyarakat langsung sudah merasakan dampak positif dari pupuk cair ini baik itu tanaman padi, jeruk, bunga pacah, ternak ayam, ternak sapi hingga perikanan. Untuk gebrakan pertama di Bali akan dilakukan di Kabupaten Jembrana melihat potensi pertanian dan perkebunan. (MD)

Baca juga  Truk Bermuatan Aki Bekas Terbakar di Pelabuhan Gilimanuk
Bagikan:
Berita Terkait