PUBLIKA BATANG – Di tengah kebutuhan warga yang tak bisa ditunda, air bersih menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Bukan hanya soal membasahi kerongkongan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Kondisi itulah yang membuat Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono bersama jajaran turun langsung ke Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Sabtu (5/9/2026).
Kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial Warsono datang untuk mendengar keluhan warga, duduk bersama, berbagi bantuan, memberikan layanan kesehatan hingga menyalurkan 10.000 liter air bersih siap konsumsi.
Semua dikemas melalui program “Polresta Batang Sambat Desa”, kepanjangan dari Sambang, Berbagi, Sehat, dan Peduli Warga Program tersebut mengusung tagline “Mengabdi dengan Hati, Hadir Membawa Manfaat.
Warsono mengatakan, polisi tidak boleh hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan Menurutnya, polisi juga harus mengetahui secara langsung bagaimana kondisi masyarakat dan apa yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Program ini sebagai bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan warga dan apa yang bisa kita bantu bersama,” kata Warsono.
Polisi Tak Hanya Datang Saat Ada Masalah hari itu, suasana Desa Pacet dibuat berbeda Warsono tidak datang dengan jarak dan suasana formal.
Ia bersama jajaran, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga warga duduk bersama dalam kegiatan “Sarapan Sesarengan.
Hidangan khas desa disantap bersama Dari meja makan itu, komunikasi pun mengalir lebih cair Tak ada sekat antara polisi dan masyarakat.
“Dengan sarapan bersama seperti ini, kami berharap komunikasi bisa lebih dekat. Tidak ada jarak antara polisi dengan masyarakat,” ujar Warsono.
Usai sarapan, warga kemudian mendapat kesempatan menyampaikan berbagai persoalan melalui “Sambat Pak Kapolresta.
Keluhan yang disampaikan tidak harus berkaitan dengan tindak kriminal Masalah lalu lintas, kenakalan remaja, pelayanan kepolisian hingga persoalan sosial dipersilakan disampaikan.
Warsono pun meminta warga tidak sungkan berbicara. “Silakan disampaikan apa yang menjadi persoalan warga. Kalau memang menjadi kewenangan kepolisian akan kami tindak lanjuti, dan kalau berkaitan dengan instansi lain akan kami komunikasikan,” katanya.
Lansia hingga Warga Kurang Mampu Jadi Sasaran Bantuan Kehadiran Polresta Batang juga membawa bantuan melalui program “Polisi Berbagi.
Bantuan kebutuhan pokok diberikan kepada warga yang membutuhkan, Lansia, keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan menjadi sasaran bantuan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian agar kehadiran mereka benar-benar dirasakan masyarakat.
Tak Cuma Membawa Bantuan, Polisi Periksa Kesehatan Warga Kebutuhan warga juga disentuh dari sisi kesehatan.
Melalui program “Polisi Peduli Sehat”, Dokkes Polresta Batang bersama Puskesmas Reban membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Warga bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah sederhana, konsultasi kesehatan hingga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Puncaknya, 10.000 Liter Air Bersih Mengalir ke Warga Namun, salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah kebutuhan air.
Melalui program “Setetes Air, Sejuta Manfaat”, Polresta Batang menyalurkan 10.000 liter air bersih dan siap konsumsi kepada masyarakat Desa Pacet.
Jumlah itu bukan sekadar angka Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, setiap liter memiliki arti.
Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi bantuan nyata yang langsung bisa dirasakan warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan wajah kepolisian yang tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan hukum.
Polisi datang ketika warga membutuhkan. Duduk bersama ketika warga ingin bercerita. Mendengar ketika warga mengeluh. Dan bergerak ketika ada kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Melalui Sambat Desa, Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono ingin memastikan satu hal,kehadiran polisi bukan sekadar terlihat, tetapi benar-benar membawa manfaat ujarnya.
(Bli Made)





