Mengabdi di Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abady Tinggalkan Kesan Mendalam

Minggu, 5 Juli 2026

PUBLIKA TANJUNG SELOR, – Suasana haru menyelimuti momen perpisahan Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abady. Setelah kurang lebih sepuluh  bulan mengemban amanah memimpin Polda Kaltara, sosok jenderal polisi bintang dua itu meninggalkan jejak yang begitu membekas di hati anggota kepolisian, insan pers, hingga masyarakat Kalimantan Utara.

Perpisahan ini bukan sekadar pergantian pejabat di lingkungan Polri. Lebih dari itu, kepergian Irjen Pol Djati Wiyoto Abady menjadi momen emosional karena selama bertugas ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, terbuka, dan dekat dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Tak sedikit anggota kepolisian maupun masyarakat yang mengaku kehilangan sosok pemimpin yang selama ini kerap hadir langsung di tengah-tengah mereka.

 Kehadirannya dalam berbagai kegiatan, mulai dari agenda pengamanan, kunjungan ke wilayah perbatasan, kegiatan sosial hingga dialog bersama masyarakat, menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

 Kesan mendalam juga datang dari Pimpinan Media Publika.co.id dan Borneoku.co, Bli Made. Ia mengaku memiliki banyak kenangan selama mengikuti kegiatan Kapolda Kaltara dalam berbagai kesempatan.

yang selama ini mengikuti berbagai kegiatan kepolisian di Kalimantan Utara mengungkapkan kesannya terhadap sosok Kapolda tersebut. 

Menurutnya, Kapolda  bukan hanya seorang pimpinan Polri di kaltara , tetapi juga figur yang mampu membangun hubungan kekeluargaan dengan banyak pihak terutama Insan Pers.

“Beliau sosok yang sangat baik dan humanis. Setiap kali bertugas selalu meninggalkan kenangan baik. Bukan hanya kepada anggota, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat. Beliau selalu menghargai siapa saja yang ditemuinya,” ujarnya.

Selama menjabat Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady dikenal aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Mulai dari personel kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga insan media. Sikap terbuka dan rendah hati yang ditunjukkannya membuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat terjalin dengan baik.

Menurutnya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abady merupakan sosok yang hangat dan mampu mencairkan suasana melalui canda serta obrolan ringan yang membuat siapa pun merasa dekat dengannya.

“Sampai jumpa Bapak Kapolda Kaltara. Semoga sehat selalu dalam menjalankan tugas di tempat yang baru. Kami di Kalimantan Utara mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, canda dan gurau selama sepuluh bulan berdinas di Kaltara. Banyak kenangan baik yang tentu akan selalu kami ingat,” ucapnya.

Di balik senyum yang selalu ditunjukkan kepada masyarakat, ternyata tersimpan rasa berat saat harus meninggalkan Kalimantan Utara. Ketika dikonfirmasi mengenai perpindahan tugasnya, Djati mengaku tidak mudah berpisah dengan daerah yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.”Berat rasanya meninggalkan Tanjung Selor,” ujarnya singkat kepada Media Publika.

Pernyataan sederhana itu menggambarkan kedekatan emosional yang terjalin antara dirinya dengan masyarakat Kalimantan Utara selama masa tugasnya.

Djati juga sempat mengenang perjalanan panjang kariernya di institusi Polri. Jauh sebelum menjabat sebagai Kapolda Kaltara, ia pernah mengemban tugas sebagai Kapolsek di wilayah Sumatera Barat pada tahun 1995. Dari perjalanan panjang itulah ia memahami bahwa keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga kedekatan dengan masyarakat.

Selama memimpin Polda Kaltara, Djati dikenal sebagai pemimpin yang tidak segan turun langsung ke lapangan. Ia kerap hadir dalam berbagai agenda penting, mulai dari pengamanan kegiatan masyarakat, penanganan persoalan kamtibmas, kunjungan ke wilayah terpencil dan perbatasan, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Langkah-langkah yang dilakukannya selama bertugas membuat namanya mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Kalimantan Utara. Karena itu, ketika masa tugasnya berakhir, ucapan terima kasih dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan.

Kini, Irjen Pol Djati Wiyoto Abady akan melanjutkan pengabdian di tempat yang baru menjadi Kapolda Sumatera Barat. Namun bagi banyak orang di Kalimantan Utara, sosoknya akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang tidak hanya hadir sebagai Kapolda, tetapi juga sebagai sahabat, rekan, dan bagian dari keluarga besar masyarakat Kaltara.

Perpisahan memang tidak pernah mudah. Namun jejak pengabdian, ketulusan, dan kedekatan yang telah ditinggalkannya menjadi warisan yang akan terus dikenang, bahkan ketika langkahnya telah jauh meninggalkan Bumi Benuanta. (***)

Bagikan:
Berita Terkait