Pdt. Oktovianthinno Ingatkan Jemaat, Jangan Hanya Cari Firman yang Enak Didengar, Kebenaran Harus Diterima

Minggu, 13 September 2026

PUBLIKA – TANJUNG SELOR – Pesan tentang pentingnya tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan disampaikan Pdt. Oktovianthinno ESRWA, RO, S.Th dalam ibadah Minggu di Gereja GPSI El Bethel Tanjung Selor, Minggu (13/9/2026).

Mengangkat firman Tuhan dari 2 Timotius 4:2-4, 18, Pdt. Oktovianthinno mengajak jemaat untuk tidak hanya menjadi orang percaya yang senang mendengar firman ketika isinya sesuai dengan keinginan hati.

Menurut pesan dalam ayat tersebut, orang percaya dipanggil untuk tetap memberitakan firman dan berpegang pada kebenaran, baik dalam keadaan yang mudah maupun sulit.

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam renungan tersebut.

Firman Tuhan, lanjutnya, bukan hanya berfungsi untuk menghibur.Ada saatnya firman Tuhan harus menegur, mengoreksi, bahkan menunjukkan kesalahan manusia agar seseorang kembali ke jalan yang benar.

Karena itu, jemaat diajak tidak langsung menolak ketika menerima teguran melalui firman Tuhan. Sebab, teguran Tuhan bukan bertujuan menjatuhkan manusia, melainkan membawa seseorang kepada pertobatan dan perubahan hidup.

Jangan Cari Firman yang Hanya Memuaskan Telinga Peringatan Paulus kepada Timotius dinilai tetap relevan dengan kehidupan orang percaya saat ini.Kemudahan memperoleh berbagai informasi membuat manusia semakin banyak mendengar berbagai suara.

Namun, tidak semua yang terdengar baik merupakan kebenaran.Dalam 2 Timotius 4:3-4, Paulus mengingatkan akan datang waktunya ketika orang tidak lagi mau menerima ajaran sehat.

Mereka justru mengumpulkan guru-guru sesuai keinginan sendiri untuk memuaskan telinga.Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jemaat agar tidak menjadikan selera pribadi sebagai ukuran kebenaran.

Sebaliknya, kehidupan manusia yang harus disesuaikan dengan firman Tuhan. Jemaat juga diajak untuk berhati-hati terhadap berbagai ajaran yang hanya terdengar menarik, tetapi menjauhkan manusia dari kebenaran Tuhan.

Pesan tersebut tidak berhenti pada ajakan untuk mendengar firman. Jemaat juga diajak memiliki keberanian untuk tetap hidup dalam kebenaran meskipun menghadapi tantangan.

Paulus sendiri menyadari bahwa perjalanan memberitakan kebenaran tidak selalu mudah. Namun, ia tetap memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan menjaga dan menyelamatkannya.Hal itu tercermin dalam 2 Timotius 4:18

“Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga.Pesan ini menjadi penguatan bagi jemaat agar tidak mudah menyerah ketika memilih jalan kebenaran.

Sebab ukuran keberhasilan kehidupan orang percaya bukan semata-mata apakah dirinya disukai banyak orang, tetapi apakah ia tetap setia kepada Tuhan.

Melalui firman tersebut, jemaat GPSI El Bethel Tanjung Selor diajak kembali memeriksa kehidupan masing-masing. Jangan hanya mencari firman yang enak didengar. Carilah kebenaran, hidupi kebenaran, dan tetap setia kepada Tuhan.

Reporter: Bli Made

Bagikan:
Berita Terkait