Polda Kaltara Bersinar di Tingkat Nasional! Raih IKPA Terbaik, Wakapolri Tegaskan Anggaran adalah “Nyawa” Organisasi

Kamis, 30 April 2026

JAKARTA – Di tengah sorotan publik terhadap transparansi pengelolaan anggaran negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia justru menunjukkan capaian yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sejumlah jajaran Kepolisian Daerah (Polda) berhasil meraih penghargaan bergengsi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) terbaik tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo dalam rangkaian kegiatan Rakernis Gabungan Empat Fungsi Pusat Polri Tahun 2026 yang digelar di Rupattama Mabes Polri, Rabu (29/4/2026).

Dalam ajang tersebut, Polda Sulawesi Selatan berhasil meraih penghargaan IKPA terbaik kategori pagu besar. Sementara itu, kategori pagu sedang diraih Polda Riau. Yang tak kalah mencuri perhatian, Polda Kalimantan Utara sukses menyabet penghargaan IKPA terbaik untuk kategori pagu kecil.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel mampu diwujudkan oleh jajaran kewilayahan, termasuk di daerah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tata kelola anggaran bukan sekadar aspek administratif, melainkan fondasi utama dalam menopang keberhasilan organisasi.

“Tidak ada satu organisasi sehebat apa pun kalau tidak didukung oleh anggaran, dan tidak dilakukan tata kelola penggunaan anggaran yang benar,” ujar Dedi Prasetyo.

Ia menambahkan, capaian yang diraih para Polda tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan bertanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Polri.

Lebih jauh, Wakapolri menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan di masa mendatang. Hal ini dinilai krusial seiring meningkatnya tuntutan akuntabilitas publik terhadap institusi negara.

“Nilai IKPA Polri harus terus meningkat. Kita harus memastikan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan profesional,” tegasnya.

Tak hanya penghargaan IKPA, dalam kesempatan tersebut Polri juga memberikan apresiasi berdasarkan hasil survei Puslitbang Polri Tahun 2025. Polda Bengkulu meraih penghargaan tingkat kepuasan masyarakat terbaik, sementara Polda Bali dinilai unggul dalam internalisasi budaya integritas, kejujuran, dan kehormatan Polri.

Penghargaan ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam mendorong budaya kompetisi sehat antar satuan kerja, sekaligus memperkuat reformasi birokrasi yang tengah dijalankan secara berkelanjutan.

Terpisah, Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady menyampaikan Kepada Publikasi bahwa penghargaan yang diraih pihaknya merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel, mulai dari tingkat Polda hingga jajaran Polsek.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen seluruh anggota dalam menjaga integritas dan profesionalisme, khususnya dalam pengelolaan anggaran negara.

“Penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh personel. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan anggaran tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Anggaran negara adalah amanah rakyat. Karena itu harus dikelola secara transparan, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Capaian tersebut, lanjutnya, akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda Kalimantan Utara untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memperkuat tata kelola organisasi yang bersih dan modern.

Melalui momentum Rakernis ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun institusi yang semakin transparan dan terpercaya di mata masyarakat.

Prestasi ini bukan sekadar seremoni. Di balik penghargaan, ada pesan tegas pengelolaan anggaran yang bersih adalah kunci kepercayaan publik dan Polri kini tengah diuji untuk membuktikannya secara konsisten di seluruh lini tutup Djati. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait