Tragis di Sungai Tuan Bulungan, Nelayan Ditemukan Tewas di Perahu Saat Cari Ikan Anak Jadi Saksi Mata

Senin, 11 Mei 2026

BULUNGAN, — Warga di sekitar Sungai Tuan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah di atas perahu pada Senin (11/5/2026) pagi.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol. Rofikoh Yunianto S.I.K.M.H. Melalui humas Aipda Hadi, Korban diketahui bernama IL (45), seorang nelayan asal Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kabupaten Bulungan.

Informasi awal diterima aparat sekitar pukul 06.32 WITA setelah masyarakat nelayan melaporkan adanya seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa di atas perahu yang hanyut di sekitar Sungai Tuan.

Peristiwa memilukan ini turut disaksikan langsung oleh anak korban yang masih berusia 10 tahun.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 05.50 WITA, anak korban terbangun dari tidurnya di bagian belakang perahu dan mendapati ayahnya sudah dalam kondisi terjatuh di sisi perahu.

Saat itu, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kaki tersangkut kabel setrum miliknya sendiri, sementara kepala korban berada di dalam air.

Panik melihat kondisi sang ayah, anak korban langsung mencabut kabel yang terhubung ke aki dan berusaha membangunkan ayahnya. Namun, tidak ada respons.

Saat perahu terus hanyut terbawa arus ke tengah sungai, bocah tersebut berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu didengar oleh seorang pemancing bernama Martina Liang, yang saat itu berada tak jauh dari lokasi bersama rekannya.

“Saya dengar anak kecil teriak minta tolong dari tengah sungai. Saat saya tanya, anak itu bilang bapaknya kesetrum,” ungkap saksi.

Saksi bersama rekannya kemudian mendekati perahu korban dan menariknya ke tepian sungai.

Keponakan korban yang mendapat kabar tersebut juga langsung menuju lokasi dan membantu proses evakuasi jenazah.

Dari hasil informasi di lapangan, korban diduga meninggal dunia akibat tersetrum alat setrum ikan miliknya sendiri saat sedang mencari ikan di sungai.

Pihak keluarga juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit lambung yang diduga bisa saja kambuh saat korban beraktivitas di sungai.

Namun dugaan kuat sementara, korban terjatuh setelah tersengat arus listrik dari kabel setrum hingga kepalanya masuk ke air dan menyebabkan korban tidak dapat bernapas.

Barang bukti berupa aki dan kabel setrum telah diamankan pihak keluarga.

Keluarga korban juga telah menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Sat Reskrim Polresta Bulungan turut membuat berita acara penyerahan jenazah serta dokumen penolakan autopsi dari pihak keluarga.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, terutama bagi anak korban yang menjadi saksi langsung detik-detik terakhir sang ayah di tengah sungai ujar Hadi. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait