Kapolda Kaltara: Polda Diminta Suplai Jagung ke Bulog, Tapi Penyaluran ke Peternak Dinilai Lambat

Sabtu, 7 Maret 2026

TANJUNG SELOR – Polemik distribusi jagung di Kalimantan Utara mulai mencuat. Di satu sisi, Polda Kaltara diminta untuk terus membantu menyuplai jagung ke Bulog. Namun di sisi lain, penyalurannya kepada para peternak dinilai lambat dan berbelit.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abady S.I.K. mengungkapkan, pihaknya selama ini diminta untuk membantu mendorong suplai jagung ke Bulog. Namun ia berharap distribusi dari Bulog kepada Peternak dan masyarakat, khususnya peternak, bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

“Polda Kaltara diminta untuk terus mensuplai jagung ke Bulog. Tapi dari Bulog sendiri penyalurannya ke masyarakat dan Peternak  masih lambat,” ujar Kapolda kepada media Publika.

Kondisi tersebut menimbulkan keluhan di kalangan peternak. Salah satunya disampaikan Ridwan, peternak asal Tanjung Selor. Ia mengaku kesulitan mendapatkan jagung dari Bulog karena prosedurnya dinilai terlalu rumit.

“Ribetnya kami para peternak membeli jagung di Bulog Bulungan. Apa pemerintah tidak bisa mengakomodir kami untuk beli jagung?” kata Ridwan.

Menurutnya, informasi yang ia terima menyebutkan bahwa stok jagung di Bulog Bulungan cukup tersedia. Bahkan jumlahnya disebut mencapai sekitar 22 ton. Namun para peternak tetap kesulitan mengaksesnya.

“Padahal di Kaltara, apalagi Bulungan, info yang saya dapat ada 22 ton jagung di Bulog Bulungan. Pemda Bulungan ke mana?” tegasnya.

Para peternak berharap pemerintah daerah bersama Bulog dapat mencari solusi agar distribusi jagung pakan ternak lebih mudah diakses. Pasalnya, jagung merupakan komponen penting bagi kelangsungan usaha peternakan di daerah tersebut.

Jika penyaluran terus tersendat, para peternak khawatir biaya produksi akan semakin tinggi dan berdampak pada keberlangsungan usaha mereka. (MD)

Bagikan:
Berita Terkait