TARAKAN – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Tarakan berlangsung meriah dan penuh energi. Ribuan peserta tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang dikemas dengan nuansa hiburan, pelayanan sosial, hingga ajang silaturahmi antara buruh dan pemerintah.
Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abady Kepada Media Publika, Sejak pukul 06.00 WITA, suasana sudah memanas bukan karena konflik, melainkan semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan senam massal yang dipandu instruktur “Mba Vivi dan Friends” dari DPTK, yang langsung membakar semangat peserta di pagi hari.
Memasuki pukul 07.00 WITA, acara resmi dibuka dengan pelepasan peserta jalan sehat oleh Khairul bersama Djati Wiyoto Abadhy. Keduanya didampingi unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI-Polri, intelijen daerah, hingga pimpinan organisasi pengusaha dan serikat pekerja.
Rute jalan sehat yang telah disiapkan panitia disambut antusias. Tak hanya berjalan, peserta juga disuguhkan layanan donor darah, cek kesehatan gratis, serta hiburan yang membuat suasana semakin hidup.
Puncak acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan rangkaian seremoni. Lagu Indonesia Raya menggema, dilanjutkan laporan panitia oleh Ketua PUK FSP Kahut, serta sambutan dari perwakilan pekerja dan Ketua DPP Apindo Kaltara, Peter Setiawan.
Dalam keterangannya kepada media, Kapolda Kaltara Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa peringatan May Day harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha.

“May Day bukan hanya soal peringatan, tapi bagaimana kita membangun kebersamaan dan menjaga stabilitas agar dunia kerja tetap kondusif,” tegasnya.
Acara semakin menyentuh saat dilakukan penyerahan santunan kematian secara simbolis dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja. Momen ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi para pekerja.
Tak ketinggalan, doa bersama yang dipimpin Ustadz Purwanto menutup rangkaian formal sebelum acara kembali cair dengan hiburan dan pembagian doorprize hingga menjelang siang.
Deretan pejabat penting turut hadir, mulai dari Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, unsur DPRD, TNI-Polri, hingga pimpinan instansi vertikal dan lembaga keuangan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik kemeriahannya, tersimpan pesan kuat: buruh bukan hanya roda penggerak ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan daerah ujar Djati. (MD)





