Tarakan – Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy Kepada Media Publika turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) di Kota Tarakan, Jumat (13/3/2026).
Didampingi Wali Kota Tarakan, Dirlantas Polda Kaltara, Karoops Polda Kaltara, Kapolres Tarakan serta Dandim 0907/Tarakan, Kapolda menyisir sejumlah titik transportasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Lokasi yang menjadi sasaran pengecekan yakni Pos Pelayanan Pelabuhan SDF Tarakan, Pos Pelayanan Pelabuhan Malundung Tarakan, serta Pos Pengamanan Bandara Juwata Tarakan.
Kedatangan orang nomor satu di Polda Kaltara itu bukan sekadar kunjungan biasa. Kapolda ingin memastikan langsung kesiapan personel di lapangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolda bahkan berdialog langsung dengan para petugas yang berjaga di pos-pos tersebut untuk mengecek kesiapan pengamanan sekaligus pelayanan kepada penumpang yang datang dan berangkat dari Tarakan.
Yang paling menjadi sorotan Kapolda adalah potensi praktik percaloan dan pungutan liar di kawasan pelabuhan.Dengan nada tegas, Kapolda mengingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba mencari keuntungan dari masyarakat.
“Pelayanan harus humanis dan profesional. Tidak boleh ada praktik percaloan. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” tegas Kapolda.

Ia menegaskan bahwa pos pengamanan dan pelayanan harus benar-benar menjadi tempat masyarakat mendapatkan bantuan dan rasa aman, bukan justru sebaliknya.Selain itu, Kapolda juga menaruh perhatian pada anak-anak Pramuka yang turut membantu di Pos Pengamanan Bandara Juwata Tarakan.
Ia meminta para anggota yang bertugas agar memberikan pembinaan dan arahan yang baik kepada para pelajar tersebut agar mereka mendapatkan pengalaman positif dalam membantu pelayanan kepada masyarakat.Dari hasil pengecekan di lapangan, situasi di seluruh lokasi yang dikunjungi terpantau aman, tertib dan kondusif.
Kapolda berharap seluruh personel tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat yang menggunakan fasilitas pelabuhan maupun bandara di Tarakan merasa aman dan nyaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa jajaran Polda Kalimantan Utara terus memastikan pelayanan publik berjalan maksimal dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat. (MD)





