Bukan Cuma Narkoba, Kapolsek Sesayap Hilir Ingatkan Ancaman Judi Online dan Bullying

Senin, 26 Oktober 2026

PUBLIKA TANA TIDUNG – Ancaman terhadap pelajar tak selalu datang dari luar pagar sekolah. Media sosial, perundungan, narkoba, hingga judi online bisa menyusup ke kehidupan sehari-hari anak muda. Menghadapi persoalan itu, Kapolsek Sesayap Hilir, IPDA Edi Saputra, S.H., memilih masuk ke ruang pendidikan untuk mengingatkan para pelajar tentang risiko yang mengintai masa depan mereka.

Senin pagi, 26 Oktober 2026, Edi bertindak sebagai pembina upacara di SMP Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung. Di hadapan siswa, guru, dan kepala sekolah, ia menyampaikan pesan mengenai bahaya kenakalan remaja sekaligus pentingnya disiplin dan kesadaran hukum.Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WITA itu merupakan bagian dari program Quick Wins 1.2 Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK).

Pesan yang dibawa kepolisian kali ini menyentuh sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Salah satunya penggunaan media sosial yang tidak diimbangi kemampuan memilah informasi, Edi mengingatkan siswa agar tidak mudah mempercayai kabar yang beredar di dunia maya. 

Informasi yang belum jelas kebenarannya perlu diperiksa sebelum dibagikan. Sebab, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian dapat menimbulkan persoalan yang lebih luas.

Di luar ruang digital, penyalahgunaan narkoba dan kebiasaan mengisap lem juga menjadi perhatian. Para siswa diingatkan bahwa zat berbahaya dapat merusak kesehatan, mengganggu perkembangan otak, serta mengancam masa depan.

Kepolisian mengajak pelajar menjauhi narkoba dan pergaulan negatif, bukan sekadar karena takut terhadap sanksi, melainkan demi melindungi diri dan masa depan mereka sendiri.

Persoalan lain yang disoroti adalah perundungan atau bullying. Edi mengajak siswa menghormati perbedaan, menjaga ucapan, dan tidak menjadikan teman sebagai sasaran ejekan maupun kekerasan.

Perundungan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, tidak hanya terjadi secara langsung. Media sosial juga bisa menjadi ruang bagi tindakan yang menyakiti orang lain.

Siswa yang mengalami atau mengetahui perundungan diminta berani melapor kepada guru atau pihak berwenang. Sikap diam berisiko membuat persoalan tidak tertangani.

Urusan keselamatan berlalu lintas turut masuk dalam materi edukasi. Para siswa diimbau tidak terlibat balapan liar atau konvoi kendaraan yang mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan.

Mereka juga diingatkan untuk menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, serta tidak menggunakan knalpot yang melanggar ketentuan. Pelajar yang belum memenuhi persyaratan usia dan ketentuan hukum dilarang mengendarai kendaraan bermotor.

Sementara itu, judi online menjadi ancaman lain yang perlu diwaspadai. Aktivitas tersebut dapat memicu kecanduan, kerugian finansial, dan masalah sosial, sekaligus mengganggu konsentrasi belajar, Para siswa diimbau tidak mencoba, mengakses, mempromosikan, ataupun terlibat dalam perjudian daring.

Rangkaian pesan tersebut menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk membangun kesadaran sejak dini. Sebab, pencegahan tidak cukup dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Pelajar perlu memahami risiko dan konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.

Di akhir penyampaian materi, Edi mendorong siswa meningkatkan disiplin, rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga nama baik sekolah.

Pesannya bukan hanya agar pelajar menjauhi pelanggaran hukum. Mereka juga didorong menjadi generasi yang berprestasi, bertanggung jawab, dan memiliki karakter baik. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMP Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung, para guru, serta siswa-siswi sekolah itu.

Melalui program POLIDIK, Polsek Sesayap Hilir berupaya memperkuat edukasi hukum di lingkungan pendidikan dan mencegah kenakalan remaja melalui pendekatan langsung kepada pelajar.

Tantangannya, tentu saja, tidak berhenti ketika upacara selesai. Pesan tentang bahaya narkoba, perundungan, judi online, dan pelanggaran lalu lintas perlu terus diperkuat melalui peran sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Di tengah beragam pengaruh yang dapat membentuk perilaku anak muda, pendidikan karakter dan kesadaran hukum menjadi bekal penting agar para pelajar tidak kehilangan arah dalam menentukan masa depan ujar nya. (Bli)

Bagikan:
Berita Terkait